Friday, August 26, 2005

Sajakku Terindah

Sajakku terindah
Ialah doaku pada-Mu
Di pagi sunyi

Rimanya mengelok kalbu
Menggeletarkan dada

Penuh sedih
Mengingati dosa
Sekalipun penuh gembira
Akan bersua Sang Kasih

Menyesakkan jiwa
Sebab manusia lemah tak kuasa
Sekalipun meluaskan pandang
Menyatu pada semesta

Penuh harap,
Aku tak ingin berhenti bersenandung
Oh, sajakku terindah


Bandung, 8 Januari 2003

3 comments:

Hnim said...

sajak kan jauh lebih indah
tatkala dilantunkan dari
raut-raut hamba yang bersinar
bersinar oleh pancaran,
basuhan air yang menyucikan
bersinar karena
harapan yang tiada henti
sebuah harapan
tuk bertemu
Sang Pencipta,
Sang Penguasa alam

Pecinta Syair said...

sajakku terindah
suaramu makin menyendu
Adakah gerangan?

ceria di fajar pagi
berganti menjadi kabut berselimut
Spenggal nada dari dawai
yang tiada lagi mengandung harmoni

O,Sang Maha
Taruhlah syair-Mu di hatiku
Biar aku kembali menangis sesak

Anonymous said...

sajakku,
aku malu melantunkannya.
bibirku,
gemetar.
diri,
tidakkah kau malu kepada-Nya?
masih bertutur,
tentang diri.