Monday, November 28, 2005

Satu Jalan, yang Pasti Melawan

Apakah ini hanya mimpi?
Untuk melihat tunas bangsa ini dalam senyum
Tanpa perlu takut derita merajalela
Saat kemelaratan memagut maut
Menjadikan benih generasi melayu sayu
Meranggas oleh genangan air mata
Dan tumbang, sebelum saatnya berkembang

Apakah ini hanya mimpi?
Untuk berdiri tegak sejajar
Tanpa perlu tertunduk malu
Sebab moral masyarakat sudah sedemikian bejat
Di negeri dimana korupsi dilegalkan
Agama diperjualbelikan dan dikebiri
Sedang hukum diperkosa oleh birokrasi

Apakah ini hanya mimpi?
Untuk mengikut pada angin perubahan
Yang menghembus, berpilin, dan berputar
Meruntuhkan bangunan-bangunan kezaliman
Bersama dengan pemuda-pemuda zaman
Yang tetap menentang, walau aral melintang
Bersikukuh pada idealisme, bukan kenyataan

Satu mimpi, yang mesti digenapi
Satu jalan, yang pasti melawan

Jikalau dan jikalau,
Mimpi ini selamanya hanyalah mimpi
Jangan pernah biarkan aku terbangun!


Jakarta, 22 November 2005

2 comments:

Aisya Nurkelana said...

Tetaplah tegak...
di satu jalan, yang pasti melawan...
karena, satu mimpi akan tak hanya mimpi...
jika siapapun kau...
tetap berdiri tegak...
bertopang tongkat kebenaran...
yang semakin rapuh oleh gelombang besar...
bernama ketamakan...

Pecinta Syair said...

Kadang aku bertanya...
Apakah aku menempuh jalan yang benar
Sebab melawan membuatku lelah
Sebab sendiri mengundang sepi

Apakah mimpi itu bakal nyata?
Atau hanya awang-awang pelamun hina