Tuesday, February 03, 2009

Ikhlas

Telah kuikhlaskan semuanya,
Meski mungkin sedih berkunjung menyapa
Dan ketakutan memasung mimpiku
Sakit mendekapku erat, oh sungguh erat.


**
Di persimpangan jalan,
Rinduku bernilai dosa
Cinta mematung bisu
Kata-kata merayukan bisa

Di persimpangan jalan,
Hikmah menandakan pahala
Itikad baik mengulurkan amal
Takwa menjadikan digdaya

Lalu aku sendiri
Untuk mengerti
Bahwa sepi
Mungkin masih berarti

Bukan aku pergi;
Aku berkhalwat untuk mencari
Kebijaksanaan sejati
Dan kedamaian suci

**
Lalu aku mengerti
Ikhlas bukanlah berhenti
Aku taruhkan hati untuk-Mu Rabbi
Kuatkanlah aku tuk tetapan-Mu nanti

Persaksikan Tuhan, bahwa aku pun berjuang
Dan semoga usahaku membuat-Mu berkenan
Jagalah aku; dalam lindungan-Mu
Agar langkahku tak lagi terjungkal batu


Wallahu'alam
Bandung, 4 Februari 2009 jam 7:12

4 comments:

Agung budi kurniawan said...

mantep

Pecinta Syair said...

Pada zenith kebijaksanaan
Dan nadir kekuatan

Kita mengenal makna
Dan kata-kata tak lagi senda gurau belaka,
Tak lagi rayu tanpa harga
Semuanya terpatri untuk keberpasrahan

Semoga.

soufansozu said...

ijin ngopi puisinya

tere said...

assalam'ualaikum


Puisi yang bagus.. sesuai dengan suasana hati ini.. jika berkenan,, saya ingin mengkopi ini,,, untuk seorang yang telah berdiri di persimpangan jalan..

Wassalam